Kamis, 05 November 2015

Sepotong Pie Labu dan Musim Gugur

Abaikan sedikit gosong  itu, hehehe...

Musim gugur masih berlangsung sekarang. walaupun di Indonesia tidak ada musim gugur, tapi ada satu makanan yang mengingatkan saya pada musim gugur selain daun gugur berwarna warninya ; Butterscoth Pie dan Pumpkin Pie. Pumpkin Pie atau Pie Labu umum di musim gugur karena juga dikenal sebagai musim panen labu.

Pernahkan Anda memakan sesuatu, yang mana di kunyahan pertama saja bisa membuat mata Anda berair karena sepertinya membawa Anda ke sebuah tempat di dalam kenangan Anda (feeling nostalgic)? Sama seperti saat saya membawakan beberapa potong ke tenpat kerja dan seorang kenalan berkebangasan Amerika bilang "you make my day!" saat makan sepotong pie yang mengingatkannya akan negaranya. Seperti itulah rasanya saat saya makan pumpkin pie. Selalu mengingatkan saya pada musim gugur bertahun-tahun yang lalu dan membuat bahagia, hahaha.... 

Lagipula, siapa yang tidak suka musim gugur, musim terindah dalam setahun :-).

Suasana musim gugur


Resep pumpkin pie ini masih saya modifkasi dari  Inspired taste . Saya mengganti krim dengan susu cair biasa dan labu kalengan dengan labu kukus buatan sendiri. Karena saya menggunakan labu kukus yang cenderung berair, jadi saya mengurangi jumlah cairannya. Beberapa kali saya buat, rasanya cukup mirip dengan rasa pie labu bule, walaupun memang tidak sekaya kalau kita menggunakan krim kental.


Karena saya juga tidak punya vanilla extract, saya menggantinya dengan kerukan biji vanilla. aromanya tetap enak. Anda juga bisa menggantinya dengan esens vanila kalau mau. Saya juga mengurangi takaran gulanya pasir dan mengganti brown sugar dengan gula palem.





Pumpkin Pie

Anda akan membutukan satu adonan kulit pie. Cek resep dan cara membuatnya di postingan saya sebelumnya di: Flaky pie crust.  Untuk menghidari pinggiran crust gosong sebelum isian pie matang, bisa dilapisi dengan aluminium foil di sekelilingnya.
Anda akan menggunakan loyang ukuran 23 cm.

Bahan-bahan:
  1. 1 adonan kulit pie
  2. 3 butir telur ayam
  3. 440 gr pumpkin puree
  4. 150 ml susu cair
  5. 75 gr gula pasir
  6. 1 sdt vanilla extract/ kerukan biji vanilla
  7. 65 gr gula palem 
  8. 1 sdt kayu manis bubuk
  9. 1/2 sdt bubuk spikulas 
  10. 1/2 sdt garam

Cara Membentuk kulit pie:
1. Keluarkan kulit pie dari kulkas (kalau Anda mengeluarkannya dari freezer, pastikan hilangkan dulu bekunya di rak kulkas bawah selama beberapa jam). Taburi tempat menggiling adonan dengan sedikit tepung. Giling adonan dengan ukuran lebih besar dari ukuran loyang.


2. Sediakan loyang, lalu dengan bantuan roll penggiling, angkat adonan ke dalam loyang seperti di gambar.


3. Ratakan adonan di dalam dengan mengikuti lekukan loyang (jangan ditarik). ratakan dan bentuk bagian pinggir dengan menekan adonan jari-jari Anda. masukkan kembali kedalam kulkas

Cara membuat isian pie:
Panaskan dulu oven di suhu 200 derajat celcius dengan api atas bawah, ya...
  1. Di dalam mangkuk, Kocok lepas telur ayam, tambahkan gula pasir+gula palem. Kocok rata
2. Tambahkan labu, susu dan vanilla, aduk rata. Tambahkan bubuk kayu manis, bubuk spikulas dan garam. Aduk lagi dan pastikan semuanya tercampur rata
3. Keluarkan adonan kulit dari kulkas dan lapisi pinggirannya dengan alumunium foil. Tuangkan isian pie. panggang di oven yang sudah dipanaskan di suhu 200 derajat tadi sampai 15 menit. kemudian turunkan suhunya menjadi 180 derajat selama 35 menit.


PERHATIAN: 
Sebenarnya ini tergantung panas ovennya, tapi buat jaga-jaga: sekitar 10 menit terakhir, 'intip' apakah bagian atas isian sudah mulai set atau belum. Kalau sudah kelihatan kering, sebaiknya matikan api atas dan gunakan api bawah saja, biar tidak gosong seperti punya saya ini ya.. hiks....

4. Keluarkan dari oven. Dinginkan selama kurang lebih 2 jam sebelum dipotong-potong.
Selamat mencoba!

3 komentar:

  1. Hey there jeng Annisa Hidayat... we should try making one someday ;-)

    BalasHapus
  2. Hey there jeng Annisa Hidayat... we should try making one someday ;-)

    BalasHapus